Pendapat Umum tentang Batuan Pembentuk Piramid
Secara umum granit dianggap sebagai batuan pembentuk piramid, disusun dari blok blok granit berukuran besar. Sungguh mengagumkan membayangkan bagaimana bangsa Mesir ketika itu mengangkut blok blok granit besar tersebut, dimana per blok granitnya bisa mencapai berat lebih dari 2,5 ton. Apalagi piramid yang dibangun cukup tinggi, seperti piramid Giza yang mencapai tinggi 139 meter.
Sungguh menjadi pertanyaan besar bagaimana cara bangsa Mesir membangun piramid tersebut. Terutama mengingat keterbatasan teknologi pada zaman itu. Namun benarkah piramid Giza dibangun dengan cara mengangkut blok blok besar granit yang berat tersebut ?
Sungguh menjadi pertanyaan besar bagaimana cara bangsa Mesir membangun piramid tersebut. Terutama mengingat keterbatasan teknologi pada zaman itu. Namun benarkah piramid Giza dibangun dengan cara mengangkut blok blok besar granit yang berat tersebut ?
Penjelasan Al Quran tentang Teknik Konstruksi di Zaman Firaun
Banyak kisah tentang Firaun di dalam Al Quran, salah satu diantaranya adalah tentang pembuatan bangunan tinggi (pencakar langit). Mari kita perhatikan Al Quran surah Al Qashash (surah ke 28 ) ayat ke 38, yang berbunyi :
وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلأ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لأظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ
yang artinya :
Dan berkata
Firaun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka
bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang
tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku
benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta".
Dari penjelasan Al Quran, dapat diketahui bahwa pada zaman Firaun, bangsa Mesir sudah dapat membuat bangunan yang tinggi, yang biasanya mereka buat di suatu lapangan terbuka. Walaupun Al Quran tidak menyatakan bahwa bangunan tinggi tersebut adalah piramid, namun piramid adalah salah satu bangunan tinggi hasil peradaban bangsa mesir. Adapun proses pembuatannya mengunakan tanah liat ( lumpur ) yang dibakar ( dipanaskan atau dikeringkan ).
Penjelasan Ilmiah tentang Batuan Pembentuk Piramid
Tentang bagaimana cara bangsa Mesir membangun piramid dan batuan pembentuknya memang masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli, namun menarik untuk diperhatikan pendapat seorang ahli geopolimer Perancis, bernama Joseph Davidovits. Joseph Davidovits berpendapat piramid tidak dibuat dengan proses pemotongan ( batu granit ), tapi dengan proses penuangan ( lumput tanah liat ). Untuk membuktikan teorinya, dia bahkan mencoba membuat blok blok granitnya sendiri.
Diantara bukti dari teorinya adalah :
1. Kelembaban di dalam piramid lebih tinggi dari kelembaban yang sewajarnya ditemukan dilingkungan gurun pasir, disebabkan oleh proses pelepasan kelembaban dari blok blok batuan pembentuk piramid dalam proses pengeringannya.
2. Susunan fosil dalam blok blok batuan pembentuk piramid bercampur aduk bukan bertingkat seperti batuan sedimen konvensional, hal ini terjadi karena proses pengadukan dan penuangan saat membuat blok.
3. Ditemukan garis garis bergelombang pada blok batuan pembentuk piramid (seperti yang umum ditemukan pada beton), bukan horizontal ( ciri umum pada batu kapur alami).
Untuk penjelasan lebih lengkap tentang teori Joseph Davidovits ini anda dapat menemukannya di :
Kesimpulan tentang Batuan Pembentuk Piramid
Walau masih dalam perdebatan tentang bahan batuan pembentuk piramid dan cara bangsa Mesir membuatnya, namun penjelasan Joseph Davidovits cukup logis dan reliabel. Dengan teori ini cukup mudah bagi kita membayangkan bangsa Mesir membangun piramid setinggi 139 meter dengan segala keterbatasan teknologi pada masa itu. Dan satu hal yang terpenting, teori ini sesuai dengan apa yang disampaikan Allah dalam Surah Al Qashash ayat 38.
وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلأ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لأظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ
yang artinya :
Dan berkata Firaun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta".
Sungguh demikan nyata kebenaran Al Quran, maka bagian mana lagikah dari Al Quran yang kita dustakan ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar